...
Tour Travel wisata

Sensasi dan Mitos Pemandian Air Hangat Guci

Kawasan Taman Wisata Air Panas Guci, di lereng Gunung Slamet, Tegal, Jawa Tengah. Foto: Investor Daily/IST
BANYAK mitos yang berkembang di tengah masyarakat kita. Disadari atau tidak, mitos sudah menjadi bagian dari kehidupan.
Mitos juga membalut aneka destinasi wisata yang bertebaran di Tanah Air. Bahkan, dibalut dengan legenda rakyat yang dipercayai turun menurun oleh warga setempat, mitos kian kuat sebagai sensasi tersendiri bagi wisatawan yang singgah ke destinasi tersebut.
Legenda rakyat dan keindahan pemandangan alam menjadi sebuah paduan yang mudah kita jumpaisaat ini. Termasuk saat wisatawan singgah ke kawasan Taman Wisata Air Panas Guci, di lereng Gunung Slamet, Tegal, Jawa Tengah. Di kawasan wisata ini para pelancong dapat menikmati hangatnya air yang mengalir dari perut bumi di tengah sejuknya pegunungan.
Lalu, hijaunya pemandangan alam ikut menambah sensasi saat berwisata ke Guci. Air mengalir di pancuran-pancuran yang disediakan oleh pengelola wisata.
Selain itu, tersedia juga kolam air hangat yang dilengkapi dengan sejumlah fasilitas. Air hangat yang mengalir dari perut bumi tadi dipercaya mampu mengobati aneka penyakit kulit.
Ada pula yang percaya bahwa mandi pada waktu tertentu bahkan bisa mendatangkan berkah bagi yang melakukannya. Pastinya, air yang mengguyur tubuh langsung memberi rasa segar. Apalagi ditemani oleh sejuknya udara pegunungan, lengkap sudah.

Mitos dan Legenda
Asal usul nama Guci ada ceritanya. Salah satu versi menyebutkan latar belakang nama itu didasari oleh kisah penyebaran agama Islam. Seorang wali atau ulama yang bertugas berdakwah di kawasan itu selalu membawa guci berisi air.
Air itu dibagikan kepada masyarakat yang ia temui saat berdakwah. Karena yakin akan khasiat air pemberian sang wali, permintaan air dari masyarakat pun semakin banyak hingga akhirnya tak mampu dipenuhi secara langsung oleh sang wali.
Dalam kondisi seperti itu, sang wali kemudian menancapkan tongkat yang selalu ia bawa ke dalam tanah Kemudian dengan izin yang maha kuasa, dari lubang tanah yang tadi ditancapi tongkat muncul mata air panas yang kemudian secara beramai- ramai diambil oleh masyarakat.
Hingga kini, mata air tersebut terus mengalirkan air panas yang diyakini masyarakat penuh dengan khasiat dan kebaikan. Mata air inilah sumber dari pancuran-pancuran yang ada di tempat wisata Guci, Tegal. Dari sekilas legenda itu terungkap nama Guci diambil dari nama tempat penampungan air yang selalu di bawa sang wali.

Beragam Fasilitas
Kawasan wisata air panas Guci terletak di lereng Gunung Slamet di Desa Guci, Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Wikipedia menyebutkan, destinasi wisata ini bila dari Kota Slawi berjarak ± 30 kilometer (km), sedangkan dari Kota Tegal berjarak sekitar 40 km ke arah selatan.
Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum untuk menjangkau lokasi wisata ini. Dari terminal Kota Tegal, pengunjung bisa naik minibus menuju Desa Tuwel dengan waktu tempuh berkisar 30 hingga 40 menit.
Dari desa itu pengunjung dapat melanjutkan perjalan sekitar 30 menit menuju lokasi wisata air panas. Kini, Guci Tegal menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat luas, tidak saja dari masyarakat setempat, tapi juga dari luar Jawa Tengah. Setiap hari, tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik yang menggunakan kendaraan pribadi, transportasi umum, maupun kendaraan sewa.
Selain memiliki wisata air hangat yang menyehatkan, Guci Tegal juga memiliki lanskap alam yang memukau serta udara sejuk khas pegunungan Tegal. Maklum, kawasan ini berada di ketinggian 1.100 meter di permukaan laut (mdpl). Wisatawan dapat merasakan sensasi air hangat di pemandian pancuran 13, pemandian pancuran 7, dan pancuran 5. Mitos yang berkembang di masyarakat, air hangat Guci bisa memberi banyak manfaat.
Selain memiliki kolam pemandian air panas, tempat wisata ini juga ada 10 air terjun yang cukup memukau. Untuk mengelilingi seluruh area rekreasi ini, tersedia penyewaan kuda lengkap dengan sang joki yang siap menemani wisatawan.
Sebenarnya pemandian air hangat Guci resmi dibuka pada 1974. Namun, baru pada 2015 pemandian Guci dibuka bagi masyarakat umum.
Selain menikmati pemandian air panas, kawasan Guci juga menyediakan tempat wisata lainnya, seperti wisata hutan, camping ground, lapangan tenis, dan kolam renang. Bahkan, di Guciku Hot Waterboom Tegal, para pelancong juga disodori fasilitas seperti kolam rendam, kolam renang, arus jeram, dan kolam badan Guci.
Selain itu, terdapat penginapan, restoran, dan area pertokoan yang menjual berbagai souvenir.
Editor : Gora Kunjana ([email protected])
Sumber : Investor Daily

Tinggalkan Balasan

Back to top button